Good Leadership Business

Good Leadership Business
good-leadership

Dalam proses bisnis kita selama ini, kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu : pertama, mengambil pilihan yang pengaruhnya jangka panjang (visioner atau berorientasi pada pertumbuhan). Kedua, beradaptasi dengan perubahan yang terjadi (pragmatis atau orientasi profit). Dua pilihan ini tidak mungkin dipilih pada waktu yang bersamaan. Itu sunggung mustahil dan kita telah mengalaminya selama 1 tahun ini. Pada konteks yang lebih detail adalah pada persoalan rencana atau strategis. Salah satu pertanyaan pentingnya adalah kenapa hasil yang kita dapatkan tidak sesuai atau tidak selalu berhasil dengan rencana yang kita buat. Mungkin jawaban yang paling sederhana adalah karena kita tidak benar-benar melakukan rencana itu dengan baik. Tapi jika kita renungkan lebih serius ada persoalan yang lebih serius, yaitu soal leadership. Maka jawaban yang paling tepat dari semua persoalan yang kita hadapi selama ini adalah “Good Leadership”.

Leadership jangan dimaknai sekedar relationship yang sederhana dimana ada atasan dan bawahan, ada pemimpin atau follower. Jika leadership dimaknai sekedar itu maka hubungan yang terjadi tak lebih dari sekedar hubungan structural, komunikasi yang top-down, hubungan yang instruksional bahkan pada konteks ekstrim adalah intimidatif dan hegemoni. Dalam konteks perusahaan star-up seperti Bayaasin, leadership dimaknai dengan cara seperti ini maka kita tinggal menghitung hari kapan kita akan berhenti dan akhirnya bubar. Kita memaknai leadership itu adalah soal sikap setiap individu yang ada di perusahaan ini. Sikap seperti apa? Yaitu keberanian untuk mengambil tanggungjawab (take responsibility). Tanggungjawab itu lahir dari trust (rasa percaya) satu sama lain. Kita bersama di perusahaan ini karena ada rasa saling percaya. Sedangkan trust atau rasa saling percaya lahir dari integritas. Rasa percaya dan integritas ini jadi dua hal yang tak bisa dipisahkan karena rasa percaya (trust) tak mungkin ada jika tak memiliki integritas, dan integritas tak mungkin lahir jika tak bisa dipercaya.

Sikap untuk bertanggungjawab ini yang ingin kita bangun di perusahaan ini. Tanggungjawab untuk menjadi baik dan membantu orang lain untuk menjadi baik. Tanggungjawab untuk tidak membiarkan yang lain melakukan kesalahan. Sikap untuk berani mengambil tanggungjawab ini dengan berbagai alasan ini yang sering kita hindari bahkan dilupakan. Sikap ini kita jika tidak kita perbaiki akan berbahaya bagi masa depan perusahaan kita. Konteks kesalahan ini bisa dimaknai menjadi dua hal : membiarkan kita melakukan kesalahan dan membiarkan orang lain melakukan kesalahan.

Pada relasi kita dengan customer, leadership kita maknai sebagai sikap tanggungjawab untuk menjadikan customer lebih baik, yaitu membantu mereka menyelesaikan masalah mereka. Service atau pelayanan kita dibangun atas sikap untuk membantu menyelesaikan masalah customer kita. Demikianlah leadership yang harus kita paham dan bangun bersama di perusahaan ini.

Close Menu